Dasar dan Prinsip Investasi Syariah

Dasar dan Prinsip Investasi Syariah

Di masa-masa ketika semua harga naik dan penghasilan belum tentu mencukupi, adalah hal yang bijak untuk menanamkan uang simpanan yang Anda miliki ke dalam suatu investasi. Dengan cara ini, uang yang Anda miliki tersebut tidak hanya tersimpan tak bergerak di dalam rekening Anda, tapi benar-benar berputar dan menghasilkan lebih banyak lagi penghasilan tambahan bagi Anda. Ketika Anda memerlukan dana tambahan, Anda jadi tak perlu meminjam, cukup mengambil dari profit yang selama ini Anda hasilkan. Investasi syariah adalah salah satu caranya.

Tapi sudah tahukah Anda tentang apa itu investasi secara syariah? Investasi sendiri memiliki arti menanamkan sejumlah dana pada bisnis atau aset, yang kemudian akan memberikan keuntungan atau profit. Investasi secara syariah sendiri tidak jauh beda secara prinsip. Hanya saja, investasi Anda mengikuti aturan syariah sehingga ada batasan dan juga aturan tentang bagaimana dan bisnis apa yang patut menjadi tempat dana Anda tersebut. Investasi yang dilakukan haruslah mengikuti jalan lurus yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an.

Di dalam prakteknya, inilah beberapa prinsip tentang investasi syariah yang perlu Anda ketahui, dan hal-hal yang membedakannya dari sekedar investasi biasa:

  1. Tanpa bunga

Bunga tidak diterapkan di dalam investasi ini karena riba. Hal yang ditekankan adalah berbagi hasil atau profit sharing, dengan proporsi yang sudah disetujui kedua belah pihak sebelumnya.

  1. Bermanfaat (Maslahah)

Investasi juga harus memberikan manfaat yang terlihat bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, maupun masyarakat pada umumnya. Semua harus sesuai dengan porsi yang sudah disepakati.

  1. Halal itu wajib

Karena itu, Anda tidak boleh menginvestasikan dana dihal-hal yang berhubungan dengan alkohol, darah, babi, perdagangan yang berunsur riba, atau transaksi yang akad nya tak sah.

dasar investasi syariah

Dari mana aturan yang membahas tentang investasi secara syariah ini berasal? Berikut adalah dalil-dalilnya:

  1. Al-Baqarah 275

Menghalalkan tentang jual beli, tapi mengharamkan tentang riba. Barangsiapa yang mengambil riba tersebut akan menjadi penghuni neraka.

  1. Al-Maidah 90

Menjauhkan diri dari segala bentuk minuman keras, judi, berhala, serta mengadu nasib menggunakan anak panah (keji). Orang yang menjauhi perbuatan ini akan beruntung dalam hidup.

Baca Juga : Kelebihan Produk Investasi Syariah

  1. An-Nisa 29

Himbauan untuk jangan memakan harta milik sesama lewat kebatilan, kecuali lewat jalur niaga yang memang didasari atas kesepakatan bersama antara kedua belah pihak.

Sesuai dengan dalil-dalil di atas, maka Anda bisa melihat bahwa prinsip dalam investasi secara syariah haruslah menuruti aturan tersebut, di luar aturan yang sudah ditetapkan oleh negara dan bank. Untuk lebih jelasnya, ketika Anda berniat untuk investasi, Anda harus menghindari investasi yang memiliki unsur berikut:

  1. Ada riba – seperti yang sudah disebutkan berulang-kali di atas, hindari sistem bunga.
  2. Penipuan – proses investasi maupun bidangnya harus jelas, tak boleh ada penipuan, serta wajib transparan. Insider trading, short selling, rumor, adalah hal yang harus dihindari.
  3. Spekulasi – hindari berspekulasi (maysir). Uang bukan komoditas, tapi alat tukar. Jual beli haruslah dengan aktivitas riil.
  4. Resiko besar – bukan berarti Anda tak boleh mengambil resiko, tapi jangan sampai resiko tersebut lebih besar daripada kemampuan Anda.

Dasar dan Prinsip Investasi Syariah

Demikianlah prinsip dan juga dasar tentang investasi syariah yang wajib untuk Anda ketahui sebelum Anda menanamkan uang Anda di dalamnya. Berinvestasi memang merupakan pemikiran jangka panjang yang sangat bijak, tapi karena itulah, Anda juga harus bijaksana dan cerdas dalam melakukannya. Jangan sampai Anda menjadi terjebak dalam berbagai spekulasi dan penipuan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *