Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terhadap Nilai Tukar Rupiah

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terhadap Nilai Tukar Rupiah

Pernahkah kita melihat televisi yang menampilkan berita mengenai nilai tukar mata uang berbagai negara terhadap nilai mata uang kita? Terkadang tanpa kita ketahui dengan jelas, kita terkena imbas dari nilai tukar mata uang tersebut. Ketika kita ingin membeli barang elektronik impor misalnya, harga kemudian melambung tinggi dengan alasan mata uang dolar sedang naik dan sebagainya. Dalam hal perekonomian, nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing khususnya dolar sangat mempengaruhi harga-harga berbagai produk perdagangan yang berasal dari kegiatan import. Tak tanggung-tanggung ketika nilai rupiah melemah terhadap dolar, harga barang elektronik bisa mencapai lebih tinggi hingga 150%.

Tentunya kita sebagai bangsa Indonesia tidak menghendaki adanya nilai tukar mata uang kita yang melemah dibandingkan dengan mata uang asing. Dengan begitu harga-harga berbagai produk buatan luar negeri dapat kita beli dengan murah seperti pada produk hasil olahan dalam negeri. Namun banyak faktor yang menyebabkan nilai mata uang kita turun ataupun naik yang disebabkan oleh keadaan yang tidak bisa kita ubah sendirian. Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang kita yaitu rupiah terhadap mata uang asing:

  • Inflasi.

Inflasi adalah sebuah keadaan dimana harga-harga berbagai kebutuhan mengalami kenaikan yang terus menerus dan signifikan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor diantaranya meningkatnya kebutuhan konsumen, langkanya barang, hingga spekulasi atau isu-isu tertentu. Bila inflasi terjadi terus menerus tanpa dapat dikendalikan, maka secara langsung akan mengakibatkan turunnya nilai tukar mata uang kita.

  • Suku bunga.

Semakin tinggi suku bunga yang diterapkan maka semakin tinggi pula nilai tukar rupiah yang dapat dicapai. Kenaikan suku bunga otomatis akan menarik perhatian para investor atau pemodal asing untuk bermain di perekonomian Indonesia.

Baca Juga : 7 Dampak Jika Nilai Tukar Rupiah Selalu Dibawah!

  • Neraca suatu negara.

Neraca pada suatu negara akan memperlihatkan laba ataukah hutang yang lebih mendominasi. Pada neraca juga dapat dilihat perbandingan nilai import dan ekspor. Jika nilai impor terlalu banyak dibandingkan nilai ekspor maka otomatis nilai tukar nya akan mengalami penurunan karena harus ditukar dengan mata uang asing tertentu untuk mendapatkan produk.

  • Hutang pemerintah.

Semakin kecil hutang suatu negara maka semakin banyak investor yang akan mempercayakan uangnya ke negara tersebut. Dengan begitu nilai mata uang dalam negeri bisa naik dibandingkan dengan negara yang memiliki banyak hutang luar negeri.

  • Stabilitas politik dan pertahanan suatu negara.

Suatu negara yang memiliki stabilitas politik dan ketahanan yang baik akan membuat para investor merasa aman dalam menginvestasikan uang mereka.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terhadap Nilai Tukar Rupiah

Itulah beberapa faktor yang dapat mengakibatkan naik atau turunnya nilai mata uang rupiah terhadap mata uang lainnya. Sebagai bangsa yang baik maka kita dapat ikut mengusahakan peningkatan mata uang kita dengan cara menyukai produk-produk dalam negeri sehingga tidak banyak melakukan import produk asing. Selain itu dengan menjaga stabilitas dalam negeri baik dalam hal pertahanan dan perekonomian juga dapat membantu menaikkan nilai tukar.

Nilai tukar rupiah memang sangat berpengaruh terhadap harga produk yang banyak dibutuhkan oleh bangsa Indonesia dan berasal dari luar negeri. Namun dengan cara mencintai produk dalam negeri dan menghasilkan produk-produk berdaya saing sehingga dapat dijual ke manca negara dapat membantu pemerintah untuk meningkatkan nilai tukar mata uang kita. Dengan nilai tukar yang stabil dan tinggi negara kita juga lebih dipandang oleh negara-negara lainnya dibidang perekonomian.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *