Macam-macam Sumber Dana Koperasi Simpan Pinjam

Macam-macam Sumber Dana Koperasi Simpan Pinjam

Pasti Anda pernah melihat gedung koperasi simpan pinjam di lingkungan Anda. Atau mungkin Anda telah menjadi anggota aktif koperasi simpan pinjam tersebut. Koperasi simpan pinjam adalah koperasi mandiri yang dikelola anggota untuk mendapatkan kesejahteraan. Di dalam koperasi simpan pinjam terdapat beberapa kegiatan bersama yaitu menabung ataupun meminjam. Hal ini membuat koperasi hampir sama seperti bank, namun usaha koperasi lebih terputus yang hanya melayani anggotanya saja. Sumber dana koperasi simpan pinjam sendiri berasal dari iuran anggota dan juga dari pihak luar yang ingin menyumbangkan dananya.

Sama seperti perbankan, koperasi juga digunakan untuk memberikan kesejahteraan ekonomi terhadap nasabah atau anggotanya. Perbedaannya koperasi melayani lingkup yang lebih kecil yaitu anggota dan didirikan berdasarkan kesepakatan anggota. Jadi koperasi satu dan lainnya bisa saja memiliki peraturan yang berbeda-beda tergantung dari kompromi para anggotanya. Di koperasi ada 2 macam kegiatan ekonomi yang bisa dilakukan yaitu simpanan dan pinjaman. Berikut ini adalah jenis-jenis kegiatan ekonomi di koperasi secara lebih detail:

– Simpanan anggota:

  • Simpanan pokok.
  • Simpanan wajib.
  • Simpanan sukarela.

– Pinjaman:

  • Pinjaman berjangka.
  • Pinjaman angsuran.

Siapa saja yang menjadi anggota koperasi simpan pinjam memiliki kewajiban dalam membayar simpanan atau tabungannya yaitu pada simpanan wajib dan simpanan pokok. Besar kedua simpanan tidak di batasi oleh peraturan mengikat sehingga bisa disesuaikan dengan keleluasaan para anggotanya, namun tentu saja nominalnya harus sudah disepakati terlebih dahulu sehingga antar anggota satu dan lainnya memiliki nominal simpanan wajib dan pokok yang sama. Simpanan para anggota itulah yang kemudian menjadi sumber dana koperasi simpan pinjam yang nantinya bisa digunakan sebagai sumber dana pinjaman bagi para anggota.

Semakin banyak anggota yang tergabung dalam koperasi maka semakin besar jumlah simpanan atau iuran yang bisa dikumpulkan. Hal tersebut berarti jumlah dana yang tersedia untuk pinjaman juga bisa semakin banyak. Seperti diketahui bahwa selain menabung, koperasi juga menjadi tempat untuk meminjam bagi para anggotanya dengan pengenaan bunga yang kecil. Bunga yang dikumpulkan dari para peminjam yang juga anggota itulah yang nantinya akan dibagikan kembali pada para anggota sebagai keuntungan bersama. Suatu koperasi bisa besar jika para anggota di dalamnya aktif dalam menabung maupun meminjam sehingga ada pemasukan dan pengeluaran yang nantinya menjadi sebuah keuntungan.

Sumber Dana Koperasi Simpan Pinjam dari Anggotanya Sendiri

Selain dari iuran atau simpanan para anggota, sumber dana sebuah koperasi simpan pinjam juga bisa diambilkan dari lembaga keuangan lainnya seperti bank atau lembaga pemerintahan. Dengan mengambil sumber dana dari bank diharapkan jumlah dana pinjaman di koperasi semakin besar untuk mengupayakan kesejahteraan anggotanya. Namun perlu juga diperhitungkan beban biaya dan laba karena sumber dana tersebut biasanya juga memiliki bunga pinjaman tersendiri.

Jika Anda ingin memiliki sebuah lembaga swadaya yang bisa mengupayakan kesejahteraan bersama, maka menjadi anggota suatu koperasi bisa menjadi salah satu caranya. Dengan menjadi anggota koperasi Anda berarti menambah sumber dana koperasi simpan pinjam sehingga bisa memperbesar sebuah koperasi. Dengan begitu Anda juga memiliki wadah yang bisa digunakan untuk meminjam dengan lebih mudah dibandingkan meminjam di bank atau lembaga keuangan lainnya. Namun tentu saja besar pinjaman sangat bergantung pada jumlah dana yang ada di suatu koperasi yang bisa saja sangat terbatas tergantung dari iuran atau simpanan para anggota. Pilihlah koperasi yang sudah beroperasi lama sehingga sesudah memiliki kredibilitas di masyarakat.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *