Berbagai Alasan untuk Tidak Mengambil Pinjaman Rentenir

Berbagai Alasan untuk Tidak Mengambil Pinjaman Rentenir

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rentenir memiliki arti secara keseluruhan adalah seseorang yang mencari nafkah dengan cara membungakan uang, tukang riba, pelepas uang dan lintah darah. Sedangkan jika diartikan secara harfiah, rentenir berasal dari kata rente (renten) yang merujuk pada kata benda yang berarti bunga uang. Sedangkan rentenir merupakan sebuah cara kerja yang berarti orang yang membungakan uang. Praktek pinjaman rentenir masih subur di Indonesia, terutama di pedesaan.

Di daerah pedesaan rentenir biasa diserbu dengan tengkulak, yang diartikan sebagai orang yang meminjamkan uang secara resmi atau tidak resmi dengan bunga yang tinggi. Pinjaman ini tentu saja tidak diberikan melalui badan atau lembaga resmi, melainkan secara individual atau pribadi. Rentenir seringkali beroperasi ketika panen gagal, saat para petani sangat membutuhkan uang namun tidak bisa mengajukan pinjaman di bank karena tidak adanya agunan atau jaminan. Rentenir juga seringkali menyasar orang-orang yang sedang bermasalah dengan pihak bank seperti kredit macet dan sebagainya.

Tak hanya itu saja, rentenir juga biasanya menawarkan diri kepada para pengusaha kecil dan pedagang yang mengalami kendala untuk urusan permodalan atau membutuhkan dana cepat. Indonesia sendiri masih banyak sekali pedesaan yang memiliki satu hingga beberapa orang yang bekerja sebagai rentenir atau tengkulak. Bahkan tak hanya petani, pedagang dan pengusaha saja yang sering mengajukan pinjaman rentenir, masyarakat menengah ke bawah dengan profesi lain pun kadang masih membutuhkan rentenir untuk membiayai berbagai keperluan rumah tangga.

Dari pendapat beberapa orang, terutama untuk orang yang sering meminjam pada rentenir, setidaknya ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dengan adanya para rentenir atau tengkulak ini. seperti yang ada di bawah ini:

  • Tidak membutuhkan syarat apapun. Berbeda dengan lembaga keuangan resmi yang membutuhkan berbagai persyaratan administratif untuk proses peminjaman.
  • Seringkali tidak membutuhkan jaminan atau agunan apapun.
  • Tidak terikat dengan waktu cicilan, hanya saat jatuh tempo pinjaman saja uang harus dikembalikan.
  • Proses pemberian pinjaman cepat.
  • Dapat meminjam dengan jumlah yang sangat besar.

Baca Juga : Bisnis Sampingan Karyawan, Terhindar dari Pinjama Rentenir

Meski demikian adanya, bukan berarti Anda bisa menjadikan rentenir sebagai opsi terbaik pembiayaan Anda. Terlebih lagi jika Anda memerlukan pinjaman uang yang tidak sedikit. Sesuai dengan istilah lain yang lazim digunakan masyarakat untuk menyebut si rentenir, yaitu lintah darat, praktek renten semacam ini memang sangat tidak dibenarkan, baik secara hukum ataupun agama. Mengapa demikian? Alasannya adalah sebagai berikut:

  • Tingkat suku bunga cukup tinggi, bisa mencapai 20% dari total nominal pinjaman.
  • Besaran suku bunga dapat berlaku setiap bulannya. Jarang-jarang yang per tahun.
  • Jika tidak segera membayar atau terlambat dalam membayar, suku bunga akan naik terus (bunga berbunga).
  • Apabila Anda tidak membayar dengan segera, siap-siap saja rumah Anda akan didatangi oleh para debt collector yang notabene adalah preman.
  • Jika tetap tidak sanggup membayar, maka aset berharga Anda akan disita.

Jika Anda berniat untuk mengambil pinjaman rentenir, maka Anda harus siap-siap dengan resiko semacam itu. Praktek renten semacam ini meski terlihat menguntungkan namun lebih banyak membawa resiko atau dampak negatif, tak jarang orang yang menjadi depresi karena terlibat hutang dengan rentenir atau menjadi babak belur karena berhadapan dengan debt collector preman. Pemerintah seharusnya lebih tanggap dan berusaha mengatasi masalah renten yang biasanya ilegal seperti ini agar masyarakat terlepas dari jeratan rentenir dan lebih percaya dengan bank atau koperasi sebagai sarana memperoleh pinjaman dan mensejahterakan perekonomian.

Berhati-hati Jika Terikat dengan Pinjaman Rentenir

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *